Palembang, PS.com – Kota Empek-empek kembali kedatangan pemain baru di dunia kuliner. Sebuah kedai kopi bernuansa klasik–modern bernama Puyang Kopitiam resmi dibuka, Selasa (25/11/2025). Bukan sekadar kedai kopi biasa, tempat ini lahir dari inspirasi sosok nenek buyut pemiliknya yang hampir berusia satu abad.
“Puyang Kopitiam ini terinspirasi dari nenek buyut suami saya, Pak Novianto. Beliau masih sehat dan menjadi sumber kekuatan kami,” ujar sang pemilik, Ibu Imelda.
Nama Puyang sengaja dipilih sebagai penghormatan pada sosok yang dianggap membawa keberkahan bagi keluarga. Dari inspirasi itu pula konsep kedai ini dibangun: perpaduan nuansa tradisional dan modern yang dibungkus gaya kekinian.
Menu yang ditawarkan pun tidak biasa. Kopitiam ini menampilkan kombinasi kuliner Nusantara dengan sentuhan western. Spaghetti ayam geprek, spaghetti sambal matah, hingga spaghetti kari ayam menjadi sajian khas yang langsung menarik perhatian. Kisaran harganya berada di rentang Rp20.000–Rp50.000.
“Kami memang ingin menyajikan menu western, tapi tetap pakai rasa tradisional yang dekat dengan lidah kita,” kata Imelda.
Imelda berharap Puyang Kopitiam menjadi ruang baru bagi warga Palembang untuk berkumpul, bekerja, atau sekadar menikmati kopi tarik dan teh tarik yang menjadi menu favorit khas kopitiam—kini dengan pendekatan yang lebih kekinian.
Sang suami, Novianto, menambahkan harapan lain: aspek ekonomi.
“Kami berharap kedai ini bisa berkembang dan membuka cabang baru. Dengan begitu, kami bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja,” ujarnya.
Dengan interior yang dirancang estetik dan harga yang bersahabat, Puyang Kopitiam menargetkan segmen anak muda tanpa meninggalkan pengunjung yang rindu citarasa tradisi. Tempat nongkrong baru ini menambah warna di tengah pesatnya perkembangan kuliner Palembang.
“Puyang Kopitiam Hadir di Palembang: Kedai Kopi Klasik-Modern Terinspirasi Nenek Buyut Satu Abad”
Palembang – Kota Empek-empek kembali kedatangan pemain baru di dunia kuliner. Sebuah kedai kopi bernuansa klasik–modern bernama Puyang Kopitiam resmi dibuka, Selasa (25/11/2025). Bukan sekadar kedai kopi biasa, tempat ini lahir dari inspirasi sosok nenek buyut pemiliknya yang hampir berusia satu abad.
“Puyang Kopitiam ini terinspirasi dari nenek buyut suami saya, Pak Novianto. Beliau masih sehat dan menjadi sumber kekuatan kami,” ujar sang pemilik, Ibu Imelda.
Nama Puyang sengaja dipilih sebagai penghormatan pada sosok yang dianggap membawa keberkahan bagi keluarga. Dari inspirasi itu pula konsep kedai ini dibangun: perpaduan nuansa tradisional dan modern yang dibungkus gaya kekinian.
Menu yang ditawarkan pun tidak biasa. Kopitiam ini menampilkan kombinasi kuliner Nusantara dengan sentuhan western. Spaghetti ayam geprek, spaghetti sambal matah, hingga spaghetti kari ayam menjadi sajian khas yang langsung menarik perhatian. Kisaran harganya berada di rentang Rp20.000–Rp50.000.
“Kami memang ingin menyajikan menu western, tapi tetap pakai rasa tradisional yang dekat dengan lidah kita,” kata Imelda.
Imelda berharap Puyang Kopitiam menjadi ruang baru bagi warga Palembang untuk berkumpul, bekerja, atau sekadar menikmati kopi tarik dan teh tarik yang menjadi menu favorit khas kopitiam—kini dengan pendekatan yang lebih kekinian.
Sementara itu, Anggota DPRD Sumsel, Novianto yang merupakan suami dari Hj. Imelda menambahkan, dengan beroperasinya Pu Yang Kopitiam ini diharapkan mampu membantu penyerapan tenaga kerja dan menggerakkan perekonomian daerah.
”Lokasi kedai sangat strategis dan berpotensi menjadi titik kumpul anak muda, ruang pertemuan, serta tempat kreatif bagi masyarakat. Ia juga membuka kemungkinan ekspansi cabang jika usaha berkembang dengan baik,” ungkapnya.
Lanjut Novianto berharap Pu Yang Kopitiam menjadi tempat yang nyaman untuk semua kalangan, membawa berkah, dan menjadi langkah awal berkembangnya usaha-usaha lainnya.
”Dijamin Enak, berbeda, dan wajib kembali lagi.”
Sang suami, Novianto, menambahkan harapan lain: aspek ekonomi.
“Kami berharap kedai ini bisa berkembang dan membuka cabang baru. Dengan begitu, kami bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja,” ujarnya.
Dengan interior yang dirancang estetik dan harga yang bersahabat, Puyang Kopitiam menargetkan segmen anak muda tanpa meninggalkan pengunjung yang rindu citarasa tradisi. Tempat nongkrong baru ini menambah warna di tengah pesatnya perkembangan kuliner Palembang.



