Kualitas Layanan PT ATMi Dipertanyakan: Nasabah di Banyuasin Terima Uang Sobek dari Mesin ATM

Banyuasin203 Dilihat

BANYUASIN – Masyarakat diimbau untuk lebih teliti saat melakukan penarikan uang tunai di mesin anjungan tunai mandiri (ATM). Pasalnya, keluhan muncul dari salah satu nasabah yang menerima uang dalam kondisi rusak atau sobek saat bertransaksi di mesin yang dikelola oleh PT Abadi Tambah Mulia Internasional (ATMi) di kawasan Jalan Lingkar Selatan, Banyuasin.

Kejadian yang dialami nasabah pada Minggu (22/3) ini memicu sorotan terkait standar kelayakan uang yang dimasukkan ke dalam mesin. Selembar uang pecahan Rp50.000 keluar dalam kondisi sobek, sehingga tidak dapat digunakan untuk transaksi belanja harian.

Respons CS Dinilai Lamban dan Mengambang

Ironisnya, saat nasabah mencoba melakukan konfirmasi melalui layanan Customer Service (CS) pihak pengelola, jawaban yang diterima justru mengecewakan. Pihak CS belum dapat memastikan kapan uang rusak tersebut akan diganti kembali. “untuk estimasi kami tidak dapat kami pastikan pak/bu nantinya dapat ditunggu akan dihubungi oleh tim terkait”. Ujarnya. Minggu (22/3/2026)

Lebih lanjut, pihak pengelola juga tidak bisa memberikan estimasi waktu penyelesaian masalah ini. Ketidakpastian ini dinilai sangat merugikan nasabah, mengingat dana tersebut merupakan hak nasabah yang seharusnya diterima dalam kondisi layak edar.

“Jika sistem pengaduannya tidak memiliki estimasi waktu yang jelas, ini tentu menurunkan kepercayaan publik terhadap layanan transaksi digital,” ujar salah satu warga yang terkadang menggunakan mesin ini.

Perlu Audit Standar Pelayanan

Temuan ini menjadi catatan merah bagi PT Abadi Tambah Mulia Internasional di wilayah Banyuasin. Masyarakat berharap pihak pengelola tidak hanya sekadar menyediakan mesin, tetapi juga menjamin kualitas uang dan responsivitas layanan purna jual yang profesional.

Urgensi Pemeliharaan Berkala

Temuan uang rusak di mesin ATM bukan sekadar masalah fisik kertas, melainkan indikator pentingnya quality control dan pemeliharaan mesin secara berkala. Sebagai penyedia jasa transaksi yang krusial bagi pergerakan ekonomi lokal, pihak pengelola diharapkan:

Baca Juga :  Polres Banyuasin Lakukan Patroli Bersama Masyarakat Menjaga Negeri !

Memperketat Sortir Uang: Memastikan uang yang dimasukkan ke dalam cassette mesin telah melalui proses sortir yang ketat sesuai standar Bank Indonesia.

Audit Teknis Mesin: Kondisi uang yang sobek bisa jadi disebabkan oleh kerusakan pada sistem mekanik penarik uang (dispenser unit) di dalam mesin.

Respon Cepat Keluhan: Menyediakan kanal pengaduan yang responsif agar nasabah yang mengalami kejadian serupa mendapatkan penggantian tanpa prosedur yang berbelit.

Menjaga Kepercayaan Publik

Kejadian ini diharapkan menjadi evaluasi bagi PT Abadi Tambah Mulia Internasional untuk meningkatkan standar pelayanan di wilayah Banyuasin, khususnya di titik-titik strategis seperti Jalan Lingkar Selatan.

Kepercayaan nasabah adalah aset utama dalam industri jasa keuangan. Dengan memastikan setiap lembar rupiah yang keluar dari mesin dalam kondisi layak edar, pengelola tidak hanya menjalankan kewajiban regulasi, tetapi juga mendukung kelancaran sirkulasi ekonomi masyarakat. (Nto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *