Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuasin, Erwin Ibrahim, menekankan bahwa Padel menjadi pilihan relevan bagi generasi muda yang ingin tetap aktif namun tetap terlihat modis.
“Olahraga padel merupakan alternatif bagi kaum milenial maupun gen Z untuk membiasakan berolahraga sambil bergaya trendi. Trendi boleh tapi jangan lupa olahraga,” ungkap Erwin saat ditemui di lapangan Padel, Minggu (8/2/2026).
Secara teknis, Padel umumnya dimainkan dalam format ganda di lapangan tertutup dengan dimensi sepertiga dari ukuran lapangan tenis konvensional. Meski memiliki kemiripan dengan tenis, Padel menawarkan sensasi permainan yang berbeda melalui karakteristik teknisnya.
“Skornya sama dengan tenis normal dan bola yang digunakan serupa tetapi dengan tekanan yang lebih sedikit,” jelas Erwin.
Ia menambahkan, perbedaan fundamental Padel terletak pada penggunaan dinding lapangan sebagai bagian dari area permainan—serupa dengan mekanisme pada olahraga skuas. Selain itu, alat pemukul atau raket yang digunakan bersifat solid tanpa senar.
“Tinggi bola yang di-servis harus setinggi atau di bawah pinggang,” tambah Erwin merinci aturan mainnya.
Meskipun saat ini Padel merajai popularitas di Spanyol, Meksiko, Andorra, hingga negara-negara Amerika Hispanik seperti Argentina, tren ini mulai menjalar ke berbagai belahan dunia.
“Sekarang mulai menyebar dengan cepat ke seluruh Eropa dan benua lain termasuk Indonesia dan di Palembang ini,” pungkasnya.







